Senin, 11 April 2011

Untaian Kalimat Penggugah Jiwa!

JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN...ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA....NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA...KITA PANTAS...KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT... KEEP HAMASAH :)

Bukan Sekedar Waktu (tugas filsafat manusia)

        Waktu? Apakah itu?Sering kita dengar, bukan? Sebuah benda atau mahkluk? Apa sebenarnya definisi waktu itu sendiri? Seringkali kita bingung jika ditanya seperti itu, padahal sosok waktulah yang setia menemani kita namun kita sering pula melupakannya, tidak sadar bahwa waktu juga salah satu nikmat Tuhan yang patut kita syukuri dalam hidup ini. Sesungguhnya telah kita ketahui bersama bahwa waktu tak akan berulang, hari ini tanggal tanggal 09 Maret 2011 hanya ada satu kali dalam kehidupan kita bahkan dalam sejarah panjang manusia. Ia tidak akan berulang untuk kedua kalinnya. Sehingga, sadarkah kita bahwa sesungguhnya waktulah yang tidak memberikan kita kesempatan ke-dua untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Waktu terus berlalu, kawan terus berganti begitu cepatnya jiak kita tidak bisa memaknai dan mengisi dengan hal yang bermanfaat.

        Waktu menurut orang Eropa adalah uang “Time is Money” begitu pentingnya waktu bagi mereka dan tidaklah mereka buang dengan percuma. Menurut orang Islam waktu adalah ibadah “Time is pray” apapun selama membawa kebaikan dan diridhoi Allah,itulah ibadah. Maka,jangan sia-siakan waktu yang ada. Sedangkan menurut orang Arab waktu adalah pedang “Time is sword” Pedang digunakan oleh mereka untuk perlindungan dari binatang buas harus dijaga sebaik mungkin jika tidak pedang tidak segan melukai si empunya sendiri sekalipun, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin,dan jangan tunda esok selama itu bisa dikerjakan hari ini, jika tidak,akan rumit dan menghancurkan diri sendri. Menurut ilmuan "scientist",waktu adalah ilmu,,mereka menghabiskan waktu hanya dengan penelitian dan percobaan yang mreka lakukan. Ilmu adalah segalanya..sangatlah penting untuk menjalani hidup,dengan ilmu,kita mampu menguasai segalanya..di benak mereka,waktu adalah ilmu yang sangat mahal harganya dan jangan sampai terbuang percuma.

        Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena “satuan waktu” yg mereka gunakan juga berbeda..itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Siapapun, dalam kapasitas apapun (dari tukang sapu sampai kepada presiden ), lelaki atau perempuan, muda atau tua , berpendidikan atau tidak, dosen atau mahasiswa, berhasil ataupun gagal, mempunyai jumlah waktu yang sama setiap harinya adalah 24 jam, setiap minggunya 7 hari dan setahunnya 52 minggu. Yang membedakan orang yang satu dengan yang lainnya adalah bagaimana ia memanfaatkan waktu yang tersedia tersebut, baik penjatahan maupun pengendaliannya. Bagaimana seseorang memanfaatkan waktu, tergantung pada persepsinya tentang waktu itu sendiri, yang tentu saja dilatar belakangi oleh ‘mind-set’ yang ada padanya.

        Waktu memiliki kurun obyektif (chronos) yang sama bagi semua orang, akan tetapi mempunyai pemaknaan subyektif yang berbeda beda dari orang ke orang , dari saat ke saat. Waktu berbeda dengan komoditi lainnya, tidak bisa dilihat, diraba, tidak pernah bisa di simpan, dikumpulkan atau di tabung. Kenyataan ini membuat kita sering tidak menyadari bahwa kita memilikinya dan kelak mempertanggung- jawabkannya kepada Sang Pencipta Pemberi waktu. Waktu sering dikatakan ’mengalir’, bergerak dan tidak pernah kembali ke titik asal. Kita memanfaatkannya atau tidak, sama saja waktu segera berlalu dari hadapan kita menjadi ’masa lalu’. Jika kita berada di waktu pagi, maka janganlah menunggu waktu sore tiba. Sebab sekaranglah (pada saat itulah) kehidupan yang harus kita jalani, bukan hari kemarin yang telah lewat denganberbagai kebaikan dan kejelekannya, dan juga bukan hari esok yang belum datang dan belum diketahui keadaannya seperti apa. Berikut ini beberapa kutipan untuk memaknai sang waktu dalam kehidupan ini :
1. Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
2. Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan
3. bayi prematur.
4. Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
5. Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
6. Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
7. Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
8. Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

        Waktu bukan hanya sekedar waktu, sosok abstrak yang lewat begitu saja tiap harinya, sadarlah kita begitu penting dan bermaknanya sang waktu dalam hidup ini, orang yang bisa mengahargai diri sendiri adalah orang yang bisa menghargai waktu. Setiap detik setiap momen dalam hidup kita tak akan terulang, waktu tidak memberikan kesempatan kedua. Untuk itu, maksimal dan teruslah berusaha dengan sebaik mungkin kapanpun dan biarkan waktu mencatat setiap perjalanan panjang kita dengan baik. Biarkan waktu mengetahui bahwa kita adalah pekerja keras bukan seorang pemalas, biarkan waktu mengetahui bahwa kita seorang yang hebat bukan seorang pecundang yang tak berarti. Biarkan waktu mengtahui setiap kesuksesan yang kita raih dari kerja keras kita, bukan kegagalan tanpa arti dan tanpa kebangkitan.
-Di dunia dengan masa silam yang berubah, kenangan bagai butiran gandum yang tersapu angin, seperti mimpi-mimpi singkat, seperti bentuk-bentuk awan. Peristiwa, sekali terjadi, kehilangan realitas, berganti hanya dalam satu lirikan, satu badai, satu malam. Begitulah, masa silam tak pernah terjadi. Siapa yang dapat mengetahui?
-Di dunia seperti ini, ketika masa depan adalah kepastian, tak ada salah atau benar. Salah atau benar mensyaratkan adanya kebebasan dalam memilih tak mungkin lagi ada. Di dunia ketika masa depan telah pasti, tak seorang pun terbebani tanggung jawab. Ruang-ruang telah diatur sebelumnya.
-Waktu seperi cahaya di antara dua cermin. Memantul ke depan dan ke belakang, menghasilkan bayangan, melodi, pikiran dalam jumlah yang tak terhingga. Inilah dunia penggandaan yang tak terbatas.