Tampilkan postingan dengan label kepingan puzzle hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepingan puzzle hidupku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

EPISODE "POLA TAK BERTEPI"

Diam ku ini bukan berarti aku tak tau apa-apa, mungkin aku mengerti akhirnya, setelah kognisiku bergerak melaju menderu ke kutub positif..
Seringkali seperti ini, hingga membentuk pola yang aku sendiri baru menyadarinya, entah berawal dari mana apa dan siapa segore pelajaran hidup ini dimulai..aku, kamu dan dia, KITA
masih teringat, ingat sekali beberapa waktu lalu hal seperti ini pun terjadi dan sekarang (lagi), yang lalu tanpa kejelasan..berhembus bagai angin yang tak berpamitan pada yang merasakan nikmatnya hembusannya.. bahkan berhembus begitu cepat berganti dengan musim semi yang indah...terlupa akan yang berlalu, menikmati aliran musim yang melenakan ini, sampai satu waktu terjadi lagi hal yang sama, bisa dikatakan kita mulai merasakan titik jenuh dari pola "itu" pola yang secara tidak sadar kita ciptakan, bukan bukan aku kamu atau dia yang menciptakan TAPI kita..
dan saat ini tertanggal 30 September 2011, POLA itu akankah kita enyahkan? atau tetap tertinggal berulang lagi suatu saat nanti? 
Sebuah perjalanan ikatan pertemanan bukanlah hal mudah tuk dilalui semudah membalikkan telapak tangan ini, pertemanan yang erat ya persahabatan bukanlah dicari namun DICIPTAKAN akan tumbuh sendiri mengikuti musim kehidupan ini.. aku sadar aku tak berhak memakasakan inginku kepada kalian, kalian bukan robot kalian ada sebagai manusia, aku tak ingin meng-objekkan kalian, kalian sahabatku..walau beribu harap dan ingin pada diri ini, sungguh aku tak berhak memaksakan itu menjadi nyata, aku dan kalian punya kehidupan masing-masing, privasi masing-masing..AKU HARGAI ITU..dan mungkin ini yang sering menjadi ganjalan tak bertepi yang tak pernah muncul ke permukaan atau malah pernah  muncul tetapi tenggelam lagi larut bersama "kebiasan" yang kalian ciptakan, aku menelusuri musim ini, menikmati setiap sisi kehidupanku ini, dalam tangis dan tawa, canda dan duka hingga "POLA" itu terjadi lagi dalam ikatan persahabatan ini, tak pernah terjamahkan oleh akal sadarku ketika pola itu (dulu) tak berujung, hingga akhirnya aku menyadari hal itu waktu dekat ini, maaf aku terlalu terlenakan oleh kesibukanku akhir-akhir ini, diamku lagi-lagi bukan karena aku tak "peka" tak mengerti keadaan, diamku hanyalah berusaha menerima, melihat kalian senang akupun bahagia, walau tanpa aku.. sekali aku tak berhak memakasa kalian menjadi seperti yang aku pinta, sungguh aku tak berhak ketika kalian menemukan kenyamanan lebih di tempat lain ,biasa menciptakan kebahagiaan yang bermanfaat menghibur dan siap mendengarkan kalian dengan waktu yang berlebih, aku siap menerima itu, karena sahabat bukan sebatas kebersamaan.. tapi yang aku rasakan di atmosfir lingkunganku, sahabat ya sering bareng-bareng..sungguh aku senang bersama kalian, bercanda, menceritakan keluh kesah, saling membantu dan belajar bersama memaknai hidup, aku bersyukur dipertemukan dengan kalian.. kalian dengan segudang potensi yang luar biasa sebagai TEMAN, sekali lagi aku dengan segala uneg-uneg dan pikiran negatif yang pernah hinggap di pikiranku dengan segala keegoanku tak ingin "memaksa" kalian menjadi seperti yang aku minta..biarlah berjalan mengalir mengikuti musim kehidupan yang telah di rancang oleh skenario hidup kita ALLAH SWT.
Alhamdulillah banyak pelajaran dari "POLA TAK BERTEPI" ini, aku rindu kalian, aku juga ingin bersama kalian tetapi itu bukan berarti harus selalu bersama di tiap kesempatan, aku tak menjauh dan aku tak menghindari kalian, aku hanya sedang  berproses memahami dan menerima selaksa musim pada pertemanan kita ini..berusaha memahami, mengerti dan menerima itulah arti TEMAN yang sesungguhnya..

Persahabatan terkadang manis sekali dan terkadang pahit sekali, kalo jendral Sudirman bilang " jangan terlalu cepat menelan manis dan jangan terlalu cepat menelan yang pahit". Ini adalah sebuah pembelajaran penting dalam selaksa kehidupan kita.
_episode "POLA TAK BERTEPI" akankah kutemukan tepi dari episode ini?











Kamis, 02 Juni 2011

Surat Untuk Sahabat



Teruntuk seseorang…



Seorang sahabat baruku, teman yang lama kunanti


Kesamaan, kesenangan, sampai suatu problema yang sama

Kita lalui, kita mengerti dan kita jalani

Aku tak tau harus berkata apa ketika tahu kau menangis

menangis menitikkan air mata

Aku ingin ikut dalam kesedihanmu dan bersiap menyediakan bahuku

Agar kau tetap kuat, kawan

Wahai sahabat baruku, sungguh aku tak bermaksud melukaimu

Aku tak bermaksud kau larut dalam kesedihan ini

Aku tak bermaksud membuatmu gelisah

Dengan apa yang telah aku ceritakan padamu waktu itu

Mungkin memang aku yang kurang peka sampai-sampai lepas kontrol

Meluapkan cerita dan problema tentang dia kepadamu

tanpa melihat bagaimana perasaanmu

Aku menangis disini, kawan ketika tau kau menangis karena “hal” itu

Sungguh kawan, jika dengan aku menjauh darinya membuatmu lebih baik

Membuatmu tersenyum ceria kembali

Aku mau melakukannya karena memang aku memilihmu sebagai sahabat baruku

Tidak masalah jika memang harus begitu adanya

atau paling tidak aku membatasi interaksiku dengannya



Kau tau kawan, Sahabat itu saling mengerti dan memahami layaknya pagi dan senja


Aku Sang Pagi Ceria dan Kau Senja Cantik itu

Mereka saling mengerti kapan mereka harus muncul untuk bumi ini

Bagi sejuta umat di bumi Illahi

Pagi dan senja memang sangat kontradiksi

Namun dengan keindahannya mereka memancarkan kebaikan

Memulai dan mengakhiri suatu hari



Sungguh, aku tak ingin tali pertemanan ini hanya berakhir disini


Aku ingin ketikapun persahabatan ini harus berakhir,

berakhirlah seperti halnya senja mengakhiri satu hari

Sungguh indah dengan siluet jingganya di langit barat sana,

Namun begitu aku tak pernah berharap akan perpisahan diantara kita kawan

Ini hanyalah problema, kawan

Yang harus kita lewati

tuk kita saling mengenal, memahami, dan mengerti satu sama lain

Karena akulah SAHABAT BARUmu

*Ku berharap persahabatan kita seperti pagi dan senja yang bisa saling memahami, saling mengingatkan akan kesalahan untuk sebuah keindahan ..

Terima kasih telah mau menerimaku sebagai teman, teman berbagi, teman yang saling menguatkan..

Bersyukur mengenalmu, Kawan

Maaf atas segala khilaf sampai saat ini..